
Kuningan, UPMKnews --- Untuk menjadi seorang technopreneur, orang pasti akan berpendapat kamu harus studi di bidang teknik informatika, agar skill-mu makin joss. Tapi statement itu kurang berlaku bagi Ginanajar Jaya Raharjo. Cowo asal Desa Tinggar, Kecamatan Kadugede - Kuningan, ia lebih memilih studi pada jurusan PGSD.
Tapi bicara skill menggambar jangan ditanya lagi. Hobi menggambarnya sudah ia geluti sejak ia masih duduk di bangku SD. Kemudian Ginanjar mulai mengasah hobi menggambar melalui program computer saat menjadi siswa SMA hingga sekarang.
Bahkan Ginanjar juga telah menjuarai lomba desain grafis, yang di gelar oleh STKIP Muhammadiyah Kuningan pada bulan lalu. Selain itu, dia juga pernah menjuarai berbagai event atau perlombaan desain grafis, baik lokal dan nasional.
Dan yang paling menakjubkan, ternyata diam-diam cowo yang masih semester 6 ini telah sukses membawa nama baik STKIP Muhammadiyah Kuningan di kancah internasional, yaitu lolos mengikuti seleksi program magang di International Model United Nations (IMUN) yang diikutinya pada bulan April lalu. Tidak banyak orang yang tahu tentang hal ini.
Ini prestasi gemilang buat STKIP Muhammadiyah Kuningan, karena secara prestasi ini berskala internasional. Kemudian tidak mudah juga orang berkesempatan lolos dalam ajang seperti ini.
IMUN sendiri adalah kegiatan yang diadakan oleh United Nation (PBB) yang dipelopori Australian Embassy, kegiatan tersebut adalah edukasi sekaligus kompetisi untuk mengeksplor kemampuan dalam debat Internasional sekaligus konferensi global melalui diplomasi dan negosiasi.
Bahkan selama 5 minggu dia berkesempatan untuk melatih atau meningkatkan beberapa kemampuan, di antaranya berbahasa Inggris, public speaking, debat, keterampilan menulis, berpikir kritis, kerja sama tim, dan kepemimpinan.
Bahkan dalam waktu dekat ini, tanggal 22 dan 23 Mei, Ginanjar akan melakukan international conference melalui virtual meeting, yang didukung langsung oleh lembaga WHO, SPECPOL, UN, UNWTO, UNWOMEN, INICEF, UNEP dan UNDP yang membahas tentang Corona virus, serta membahas konflik Israel dan Palestina, terang Ginanjar kepada UPMKnews, Senin (17/5) kemarin.
Selain sibuk sebagai mahasiswa, ia juga membagi waktunya dengan bekerja di PAM Tirtakamuning, dan sudah membuka design service juga. Wah keren kan. (agus_sa)