Kuningan, UPMKNews – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kuningan sukses meluncurkan aplikasi DigiStun dalam sebuah acara yang berlangsung di Desa Babakanjati. Aplikasi yang dirancang untuk mendukung program pendeteksi dini gejala stunting ini mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan, termasuk para tokoh penting yang hadir dalam acara tersebut, (22/8/2024).

Acara launching DigiStun ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Kuningan, Drs. H. Uca Somantri, M.Si., Kepala UPTD Puskesmas Cigandamekar, Bapak Dedi Suhandi, S.E., Ahli Gizi Ibu Maya Fadilah, S.Gz., Bidan Desa Babakanjati Ibu Dede Asmarawati, Kepala Desa Babakanjati Bapak H. Abdul Karim, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Desa Babakanjati, Ibu Hana Astria Nur, M.Pd.

Launching ini diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, kader kesehatan desa, calon pengantin, dan warga desa lainnya yang peduli terhadap pencegahan stunting.

Pemaparan terkait aplikasi DigiStun disampaikan oleh Ripki Ramdani, Ketua Kelompok KKN Universitas Muhammadiyah Kuningan di Desa Babakanjati. Dalam presentasinya, Ripki menjelaskan bahwa DigiStun dirancang untuk membantu ibu-ibu, kader kesehatan, dan masyarakat umum dalam memantau pertumbuhan anak serta memberikan informasi terkait gizi dan kesehatan.

"Aplikasi DigiStun dilengkapi dengan fitur-fitur seperti pemantauan berat badan dan tinggi badan anak dan mendeteksi terkait kecukupan gizi anak, pengukuran kecukupan gizi ini sudah terintegrasi dengan Standar Antopometri Anak dalam Peraturan Mentri Kesehatan Tahun 2020 (PMK 20) Kami berharap aplikasi ini dapat mempermudah ibu-ibu dalam memastikan anak-anak mereka tumbuh sehat dan terhindar dari stunting," ujar Ripki.

Ripki juga menunjukkan cara menggunakan aplikasi DigiStun dan mengundang peserta untuk mencoba langsung fitur-fitur yang ada. Sikap Antusias peserta terlihat tinggi, terutama ketika mereka diperkenalkan dengan fitur yang dapat mendeteksi ukuran gizi pada anak.
Ahli Gizi Ibu Maya Fadilah, S.Gz., juga memberikan masukan terkait aplikasi DigiStun ini. Beliau menyampaikan bahwa. Aplikasi ini bagus untuk kebutuhan deteksi dini tentang kecukupan gizi anak, namun aplikasi ini harus melakukan beberapa pengembangan untuk menyesuaikan dengan ilmu kesehatannya salah satunya tentang pengukuran kecukupan Gizi dan informasi hasil deteksi yang di tampilkan.

Peluncuran aplikasi DigiStun oleh mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kuningan ini merupakan langkah inovatif dalam pendeteksian stunting di Desa Babakanjati. Aplikasi ini diharapkan dapat menjadi alat yang efektif dalam memantau pertumbuhan anak dan memberikan edukasi yang penting bagi para ibu dan kader kesehatan desa. Dengan dukungan dari berbagai pihak, DigiStun berpotensi memberikan dampak positif yang signifikan dalam upaya menciptakan generasi yang sehat dan cerdas.

Penulis : Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kuningan Desa Babakanjati Tahun 2024