Kuningan, UPMKNews -- Desa Cigugur Kuningan memiliki potensi alam dan budaya yang unik, tradisi lokal, dan kehidupan masyarakat yang berbeda dari semua desa lainnya. Desa ini sering menjadi tempat di mana prinsip gotong royong, kebersamaan, dan kearifan lokal sangat dijunjung tinggi. Desa Cigugur mungkin berbeda dari desa lain karena beberapa hal, seperti keindahan alamnya, keberagaman budayanya, atau mungkin sejarahnya yang menarik. Salah satu Kebudayaan yang dimilikinya adalah Upacara Adat Seren Taun. 

Seren taun dilaksanakan setiap tanggal 22 Bulan Rayagung sebagai bulan terakhir dalam perhitungan kalender sunda. Selain ritual-ritual yang bersifat sakral, digelar juga kesenian dan hiburan. Dengan kata lain kegiatan ini merupakan hubungan antara manusia dengan tuhan, dan juga dengan sesama mahluk atau alam baik lewat kegiatan kesenian, pendidikan, dan sosial budaya.

Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Sagarmatha adalah salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di kampus Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Kuningan. UKM ini setiap tahunnya melakukan Kegiatan Pengembaraan sebagai salah satu syarat keanggotaan menuju jenjang selanjutnya yaitu Anggota Penuh Mapala Sagarmatha. 

Pada tanggal 23 s.d 30 Juni Anggota Muda Mapala Sagarmatha Angkatan 004 “Banyu Bentala” melakukan pengembaraan dengan judul “Analisis Upacara Adat Seren Taun dan Perubahan Tugu Paseban di Desa Cigugur Kabupaten Kuningan Tahun 2024”. 

Sebelumnya Anggota Muda Mapala Sagarmatha angkatan 004 melakukan observasi dan wawancara ke tempat berlangsungnya kegiatan nanti, yaitu di Paseban Tri Panca Tunggal. Observasi ini dilakukan untuk mengetahui dan menindaklanjuti pertanyaan pertanyaan yang sudah mereka susun sebelumnya mengenai Upacara Adat Seren Taun.

Dari pertanyaan pertanyaan tersebut mereka tuangkan ke dalam rumusan masalah dari judul di atas. Kemudian Anggota Muda Mapala Sagarmatha Angkatan 004 Banyu Bentala melakukan pengamatan lebih mendalam dan juga berpartisipasi aktif dan ikut serta dalam acara Seren taun sebagai partisipan di kepanitiaan dan juga pada keseniannya untuk mengetahui lebih mendalam dan merasakan esensi pada Upacara Adat Seren Taun yang diadakan di tahun ini. Selain itu, dari angkatan terdahulu diketahui belum ada penelitian mengenai sosial budaya, sehingga Anggota Muda Mapala Sagarmatha Angkatan 004 tertarik untuk meneliti tentang budaya Seren Taun ini.

Penulus: Aprilia Kusumastuti & Lita Muhafillah

Editor: Deliya