
UPMKNews--Mendengar kata remedial mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita, bahkan sebagaian siswa pernah mengalami yang namanya remedial. Kegiatan remedial menjadi salah satu kegiatan yang dianggap biasa dan "rutin" dilakukan oleh beberapa siswa ketika kegiatan evaluasi pembelajaran atau ulangan telah dilaksanakan. Perbaikan atau remedial merupakan suatu kegiatan yang dilakulan oleh guru terhadap siswanya dalam upaya membatu memperbaiki nilai siswa yang belum tuntas.
Kegiatan remedial juga memiliki sisi positif bagi siswa yang aware akan pentingnya pendidikan, karena dengan remedial bisa membuat siswa merasa malu ketila hasil ulangannya diumumkan oleh guru dan temannya mengetahui, oleh karena itu ia akan termotivasi agar ia tidak mau lagi diremedial. Tetapi ada juga siswa yang dengam diadakannya remedial malah membuatnya lebih santai dalam belajar, karena mereka menanggap guru akan memberikan nilai di atas KKM.
Dalam kegiatan remedial biasanya siswa diharuskan untuk mengikuti kegiatan ini adalah yang belum mencapai ketuntasan minumun disetiap mata pelajaran. Sebelum melaksanakan kegiatan remedial ada beberapa hal yang harus guru lalukan akan kegiatan remedial tidak berjalan secara sia-sia. Hal tersebut adalah pembinaan terhadap siswa yang sudah dinyatakan belum mencapai ketuntasan.
Dengan adanya pembinaan tersebut diharapkan siswa bisa lebih mempersiapkan kembali akan tes yang akan ia hadapi dan memberikan pemahaman serta motivasi kembali kepada siswa agar ia mau berusaha belajar dan mencapai nilai yang memuaskan. Jika hal tersebut telah dilaksanakan barulah guru akan melaksanakan kegiatan remedial dengan memberikan soal, soal yang diberikan bisa berupa soal yang sudah diulangankan atau soal baru yang masih berkaitan dengan materi yang telah diajarkan, dan jenis soal yang diberikan juga bisa berupa soal objektif maupin subjektif. Dan dalam pelaksanaan kegiatan remedial tersebut guru haruslah menerapkan prinsip-prinsip remedial.
Jika dalam satu kelas siswa yang diremedial hanya sedikit sekitar 7% maka kegiatan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru dapat dikatakan berhasil dan bisa jadi masalah belajar muncul dari siswa tersebut atau ada kesalah dalam diri siswa tersebut, misalnya dia tidak belajar sebelum ulangan, atau dia tidak memperhatikan saat guru menjelaskan, dan lain-lain.
Namun jika dalam satu kelas banyak siswa yang diremedial dan melebihi dari setengah dari jumlah siswa dan ketika guru mencoba menganalisis soal yang ia berikan terdapat nomor soal dan jawaban yang rata-rata siswa menjawab salah maka yang perlu melakukan remedial adalah gurunya bukan muridnya.
Bisa jadi kesalahan ada pada diri guru sendiri. Misalnya dalam menjelaskan guru kurang menguasai materi sehingga materi yamg guru sampaikan dengan soal yang diberikan tidak relevan dan nyambung, selain itu bisa jadi media, model pembelajaran, serta pendekatan yang dilakukan oleh guru kurang tepat dan kurang menarik sehingga pada saat proses kegiatan belajar siswa tidak paham dan merasa bosan dan berdampak pada ketidakpahaman siswa.
Oleh karena itu guru harus melakukan remedial terhadap dirinya sendiri dan mencari tahu kesalahan apa yang telah ia lakukan dalam mengajar. Oleh karena itu, remedial bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi guru dan bagi siswa sehingga terjadi umpan balik atau feed back dari proses pembelajara. Dan apabila keduanya telah mengetahui dan menyadari kesalahannya bisa melalukan perbaikan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dan pendidikan di Indonesia menjadi berkualitas.
Penulis, Erlina Mahasiswa PGSD 3A